Gerakan Tumpeng untuk Indonesia Damai

_MG_4649               Ass WrWb. Salam Sejahtera Bagi Kita Semua. Om Swastiastu. Berkah Dalem. Kawan-kawan yang Baik, Suasana kampanye yang sengit dan panas sudah berlalu. Meskipun panasnya masih tinggal disekitar kita. Kita memasuki masa tenang menyongsong hari pencobosan 9 Juli nanti. Sebagai suatu kawasan berpenduduk terbesar di Nusantara, Pulau Jawa memiliki potensi sangat besar menghadapi kontestasi politik Pemilu 2014. Apalagi hanya ada dua calon presiden yang saling berhadapan, yang masing-masing punya kelemahan kelebihan. Ini memicu persaingan sengit di tingkat akar rumput. Kita mungkin saja berbeda dengan teman serumah, dengan keluarga terdekat, beda pilihan dengan tetangga, teman kantor atau teman sekolah. Namun perbedaan pilihan pemimpin tidak layak menjadi alasan saling ejek dan bermusuhan. Bermusuhan hanya akan menghabiskan energi, padahal kita masih butuh energi besar untuk memilih pemimpin yang tepat buat bangsa ini, serta mendukung pemimpin baru kita membawa Nusantara adil sejahtera. Kami ingin mengajak Kawan-kawan di manapun berada untuk bergabung dalam Gerakan Tumpeng untuk Pemilu Damai. Mari kita menyatukan energi, berdoa bersama, duduk dan makan Tumpeng bersama. Mengapa Tumpeng? Tumpeng memiliki dimensi fisik dan spiritual yang sangat dalam. Dari segi bahan-bahan pembentuknya, tumpeng merupakan makanan lengkap bergizi tinggi, ada karbohidrat, sayuran dan lauk pauk hewani maupun nabati. Bentuknya menyerupai gunung mengingatkan pada kita bahwa di Pulau Jawa terbentang puluhan gunung api aktif, dimana kita hidup berdampingan dengan harmonis. Selain itu, Tumpeng mengingatkan kita sebagai umat manusia yang banyak jumlahnya dan beragam ini jika memiliki satu tujuan, maka segala potensi harus disatukan (seperti nasi yang saling melekat) dan apapun kerja baik ditujukan dan disatukan pada Tuhan yang maha kuasa (seperti bentuknya yang mengarah keatas). Tidak lupa, tumpeng memiliki dimensi sosial yang sangat mendalam. Nasi tumpeng bukan sesaji, tumpeng dibuat untuk menyatukan orang-orang dalam satu komunitas, keluarga dan kawasan. Dibuat dalam jumlah yang cukup besar, lalu kita akan berkumpul untuk berdoa, menyatukan energi dan permohonan, lalu menyantap tumpeng bersama. Dalam menikmatinya Tumpeng tidak dipotong tapi dikepung, diambil sedikit demi sedikit dari bawah. Filosofinya agar tidak “memotong” hubungan manusia dengan Tuhan. Ujub Gerakan Tumpeng untuk Indonesia Damai 1. Pemilu berlangsung damai, tanpa kekerasan dan paksaan, jujur dan adil 2. Semua warga memilih dengan hati yang jernih, tanpa suap dan money politic 3. Kita mendapat pemimpin yang tepat untuk Indonesia Gerakan Tumpeng untuk Indonesia Damai diinisiasi oleh DeRantang Yogyakarta. Kami netral, tidak memiliki keberpihakan politis, dan selalu mengusahakan Nusantara yang damai, adil dan sejahtera. Mari Gabung. Bersama kita doakan Nusantara. Caranya ? 1. Buat Tumpeng Megana (nasi putih, sayuran rebus bumbu urap, telur rebus, peyek teri) atau tumpeng menurut selera Anda. 2. Ajak komunitas Anda (dasawisma, teman kost, sekantor, kelompok pengajian dan doa, tim ronda, teman olahraga, dll) berkumpul sebelum Pilpres 9 Juli 2014 3. Doa bersama dengan Ujub Gerakan Tumpeng untuk Pemilu Damai diatas, bisa ditambahkan masing-masing asal visinya sama. 4. Menikmati Tumpeng bersama sambil bincang-bincang santai dan akrab. 5. Tumpeng diambil sedikit demi sedikit dari bawah BUKAN DIPOTONG BAGIAN ATASNYA. 6. Foto dan sebarkan di facebook atau twitter dgn tagar #TumpengIndonesiaDamai Salam, dh -DeRantang-

Cara Makan Supaya Terasa Lebih Kenyang

WHO: Batasi Asupan Garam pada Anak

Pahlawan Pangan, Sebuah Konstruksi

Tips Sehat Saat Puasa

%d blogger menyukai ini: